<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5338264850981246893</id><updated>2011-04-21T19:25:52.356-07:00</updated><category term='tes'/><category term='psikologi populer'/><category term='tips &apos;n trik'/><title type='text'>taxboy</title><subtitle type='html'>ho...ho...ho...

walo namanya taxboy-go-blog tapi bukan berrarti saya goblok lhoo

perhatikan perbedaan antara kata goblok dengan kata go-blog

met meni  kmati</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://taxboy-go-blog.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5338264850981246893/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taxboy-go-blog.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>go-blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12820606694995239908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5338264850981246893.post-1594497780475360615</id><published>2008-05-08T19:30:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T19:31:52.449-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tes'/><title type='text'>Mengukur Kecerdasan Berdasarkan Jari Tangan</title><content type='html'>Sains - Untuk menilai cepat kecerdasan seseorang, lihatlah perbandingan panjang jari manis dan jari telunjuknya. Penelitian terbaru menyebutkan, seorang anak yang memiliki jari manis lebih panjang daripada jari telunjuk cenderung memiliki kemampuan matematika yang lebih tinggi daripada kemampuan verbal dan bahasa.&lt;br /&gt;Mengukur Kecerdasan Berdasarkan Jari Tangan&lt;br /&gt;Jika perbandingannya sebaliknya, anak umumnya memiliki kemampuan verbal seperti menulis dan membaca yang lebih baik dibandingkan matematika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mark Brosnan dari Universitas Bath, panjang jari-jari tangan seseorang merefleksikan perkembangan bagian - bagian di otak. Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa pertumbuhan jari-jari tangan manusia berbeda-beda tergantung kadar hormon testosteron dan estrogen di dalam rahim saat bayi dikandung ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadar testosteron yang tinggi diyakini mendukung perkembangan bagian otak yang berhubungan dengan kemampuan matematika dan pandang ruang. Hormon itu pula yang menyebabkan jari manis tumbuh lebih panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Estrogen juga mendorong efek yang sama pada bagian otak namun yang berhubungan dengan kemampuan verbal. Namun, hormon ini juga mendukung pertumbuhan jari telunjuk sehingga lebih panjang daripada jari manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menguji hubungan kecerdasan dengan rasio panjang jari tangan, Brosnan dan koleganya membandingkan hasil tes scholastik (SAT), semacam psikotes di sini, kepada calon siswa yang mendaftar sekolah dengan panjang cap jari setiap siswa yang telah diminta sebelumnya. Mereka mengukur panjang jari-jari secara teliti menggunakan jangka sorong yang memiliki tingkat ketelitian 0,01 milimeter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, rasio panjang jari dipakai untuk memperkirakan perbandingan kadar testosteron dan estrogen. Hasil tes siswa laki-laki dan perempuan dipisahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menemukan hubungan yang jelas antara tingginya paparan testosteron - terlihat dari panjang jari manis lebih panjang daripada jari telunjuk - dengan nilai uji matematika yang tinggi. Juga tingginya paparan estrogen dengan kemampuan bahasa dan verbal pada sebagian besar anak perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasio panjang jari memberitahu kita gambaran mengenai kemampuan pribadi yang berhubungan dengan kognitif (daya pikir)," ujar Brosnan yang akan melaporkan temuannya dalam British Journal of Psychology. Pada penelitian selanjuntya, ia akan mempelajari hubungan antara rasio panjang jari dengan perilaku seperti teknophobi, karir, dan disleksia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5338264850981246893-1594497780475360615?l=taxboy-go-blog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taxboy-go-blog.blogspot.com/feeds/1594497780475360615/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5338264850981246893&amp;postID=1594497780475360615' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5338264850981246893/posts/default/1594497780475360615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5338264850981246893/posts/default/1594497780475360615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taxboy-go-blog.blogspot.com/2008/05/mengukur-kecerdasan-berdasarkan-jari.html' title='Mengukur Kecerdasan Berdasarkan Jari Tangan'/><author><name>go-blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12820606694995239908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5338264850981246893.post-7350356115305500455</id><published>2008-05-08T18:45:00.001-07:00</published><updated>2008-05-08T18:45:59.367-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips &apos;n trik'/><title type='text'>25 Cara memenangkan hati cowok &amp; cewek</title><content type='html'>Disadur dari Buku John Gray, pencetus istilah laki-laki dari mars dan perempuan dari venus.&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;25 cara memenangkan hati cewek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kejutkan dia dengan bunga&lt;br /&gt;2. Jangan tergoda untuk memecahkan masalahnya&lt;br /&gt;3. Kalau anda akan datang terlambat, beritahu dia&lt;br /&gt;4. jangan memindahkan saluran televisi kalau dia sedang menonton bersama dia&lt;br /&gt;5. Pergi berlibur bersama, walau singkat tapi romantis&lt;br /&gt;6. Cuci mobilnya&lt;br /&gt;7. Berangkat tidur pada saat yang sama&lt;br /&gt;8. Di tempat umum, lebih perhatian lebih padanya daripada orang lain&lt;br /&gt;9. Katakan betapa Anda merindukannya pada saat anda pergi&lt;br /&gt;10. Perlakukan dia seperti Anda pertama kali bertemu dengannya&lt;br /&gt;11. Jangan pernah lupa hari ulang tahunnya&lt;br /&gt;12. Ketika menggandeng tangannya, jangan sampai pegangan Anda melemah&lt;br /&gt;13. Puji penampilan barunya&lt;br /&gt;14. Ketika bertemu, peluklah dia sebelum melakukan hal yang lain&lt;br /&gt;15. Rencanakan kencan jauh-jauh hari sebelumnya&lt;br /&gt;16. Tawarkan bantuan kalau dia capek&lt;br /&gt;17. Berlatih mendengarkan dan bertanya&lt;br /&gt;18. Ajak ke restoran baru&lt;br /&gt;19. Bukakan pintu untuknya&lt;br /&gt;20. Bela dia kalau dia gusar pada seseorang&lt;br /&gt;21. Kalau Anda perlu “menjauh” katakana bahwa Anda akan kembali&lt;br /&gt;22. Tanyakan bagaimana perasaannya&lt;br /&gt;23. Kalau mendengarkan, tatap matanya&lt;br /&gt;24. Bawakan hadiah kecil seperti sekotak permen atau parfum&lt;br /&gt;25. Beri ciuman selamat tinggal kalau Anda hendak pergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25 cara memenangkan hati kaum cowok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Jangan memberitahu arah atau saran yang tidak dikehendaki&lt;br /&gt;   2. Gembira ketika bertemu dengannya&lt;br /&gt;   3. Setiap kali ada kesempatan, katakan padanya, “itu masuk akal”atau “kamu benar.”&lt;br /&gt;   4. Kagumilah humornya yang cerdas&lt;br /&gt;   5. Jangan abaikan dia&lt;br /&gt;   6. Kalau dia kecewakan Anda, jangan hukum dia&lt;br /&gt;   7. Minta dukungan tanpa bersikap menuntut&lt;br /&gt;   8. Nikmatilah dan kagumi mobilnya&lt;br /&gt;   9. Melambatlah kalau Anda samapi di pintu agar dia bias membukakan pintu untuk Anda, lalu katakana “terima kasih.”&lt;br /&gt;  10. Sungguh-sungguh menikmati bercinta dengannya&lt;br /&gt;  11. Berlatih menerima ketidaksempurnaan&lt;br /&gt;  12. Alih-alih bertengkar, ambil waktu untuk berpikir&lt;br /&gt;  13. Beri penghargaan padanya&lt;br /&gt;  14. Kagumi kekuatan dan bakatnya&lt;br /&gt;  15. Kalau dia melakukan kesalahan, jangan pernah mengatakan “Kan aku sudah bilang.”&lt;br /&gt;  16. Kalau dia lupa meletakkan kuncinya, jangan berlagak kesal&lt;br /&gt;  17. Tanyailah pendapatnya&lt;br /&gt;  18. Kalau dia masuk gua (menyendiri), jangan buat dia merasa bersalah&lt;br /&gt;  19. Kalau dia keluar gua, bergembiralah karena bisa berjumpa dengannya&lt;br /&gt;  20. Kalau dia menolak melakukan sesuatu yang anda minta, percayalah bahwa dia akan melakukannya kalau bisa&lt;br /&gt;  21. Tertawalah mendengar leluconnya&lt;br /&gt;  22. Minta maaf kalau Anda salah&lt;br /&gt;  23. Berhati-hatilah menyatakan ketidaksukaan Anda terhadap restoran pilihannya&lt;br /&gt;  24. Kalau dia tersesat ambil hikmah dari situasi&lt;br /&gt;  25. Ingatlah menciumnya kalau hendak berpisah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5338264850981246893-7350356115305500455?l=taxboy-go-blog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taxboy-go-blog.blogspot.com/feeds/7350356115305500455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5338264850981246893&amp;postID=7350356115305500455' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5338264850981246893/posts/default/7350356115305500455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5338264850981246893/posts/default/7350356115305500455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taxboy-go-blog.blogspot.com/2008/05/25-cara-memenangkan-hati-cowok-cewek.html' title='25 Cara memenangkan hati cowok &amp; cewek'/><author><name>go-blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12820606694995239908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5338264850981246893.post-3486063033361173002</id><published>2008-05-08T18:43:00.001-07:00</published><updated>2008-05-08T18:44:35.345-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi populer'/><title type='text'>Apakah bisa mendeteksi kebohongan?</title><content type='html'>.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah hasil penelitian yang sangat menarik, yakni bahwa mereka yang melakukan kebohongan percaya bahwa dari empat kebohongan yang dilakukannya, sekurang-kurangnya ada satu yang bisa dideteksi orang lain. Itu artinya meskipun mereka merasa cukup sukses dalam berbohong, mereka juga mengakui bahwa orang lain cukup mampu mendeteksi kebohongan yang dilakukan. Tapi meskipun diakui demikian oleh si pembohong, kenyataannya tingkat keberhasilan orang untuk mendeteksi kebohongan orang lain sangat rendah. Sangat sedikit orang yang mampu melakukannya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut banyak ahli mendeteksi kebohongan orang lain sangat mungkin dilakukan. Anda sendiri tentu bisa mendeteksi kebohongan yang telah Anda buat. Meskipun demikian kemampuan mendeteksi kebohongan diri sendiri sama sekali tidak ada kaitannya dengan kemampuan mendeteksi kebohongan orang lain. Keduanya sama sekali berbeda. Secara empiris kita mungkin pernah beberapa kali berhasil mendeteksi kebohongan orang lain. Misalnya kita tahu pada saat seorang anak berbohong atau saat penjual berbohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sejauh ini tidak terbukti terdapat perbedaan siginifikan antara mereka yang kerjanya mendeteksi kebohongan, misalnya polisi, interviewer, hakim, atau pengacara dibandingkan dengan orang biasa-biasa saja. Semuanya seperti memiliki kemampuan relatif sama. Tidak ada bedanya antara kemampuan seorang polisi dengan dokter gigi. Namun demikian ada orang-orang tertentu yang mampu mendeteksi kebohongan lebih baik dibandingkan yang lain. Tampaknya keterampilan mendeteksi kebohongan memang sebuah keterampilan khusus yang hanya dimiliki orang-orang tertentu. Sepertinya mereka diberkahi bakat untuk itu. Tapi memang mungkin untuk memperbesar kemungkinan mendeteksi kebohongan melalui belajar secara terus menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tahu bahwa kebohongan adalah tindakan verbal karena mengucapkan kata-kata. Namun demikian kebohongan juga memiliki aspek nonverbal. Biasanya aspek nonverbal inilah yang paling membantu dalam mendeteksi kebohongan. Mengapa? Karena aspek verbal, dalam hal ini kata-kata, sangat mudah dimanipulasi. Sedangkan aspek nonverbal jauh lebih sulit dimanipulasi. Mereka yang bisa menyampaikan cerita kebohongan dengan runtut, logis dan tenang sangat sulit ditebak berbohong hanya dari kata-kata yang diucapkan. Namun mereka biasanya tidak mampu memanipulasi perubahan spontan pada ekspresi wajah dan tekanan suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa pedoman yang bisa digunakan mendeteksi kebohongan. Semuanya mendasarkan pada apa yang terjadi saat seseorang berbohong. Pedoman bisa memperbesar peluang benar dalam deteksi kebohongan. Namun bukan berarti bahwa mereka yang memenuhi ciri-ciri seperti dalam pedoman pasti melakukan kebohongan. Kita harus tetap sangat berhati-hati dalam menyimpulkan seseorang berbohong atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut beberapa pedoman yang mungkin berguna dalam mendeteksi kebohongan secara lebih akurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Biasanya pembohong menjadi lebih tertarik dan lebih memperhatikan cerita yang dibohongkan. Mereka tiba-tiba lebih ingin orang memperhatikan cerita itu. Jika biasanya bercerita datar-datar saja maka tiba-tiba bisa bersemangat dan menggunakan kata penegas, seperti “ini benar!”, “aku yakin!”, “tidak salah lagi!”, dan semacamnya.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Biasanya pembohong enggan mendekat secara fisik kepada yang dibohongi, mereka cenderung menjaga kontak fisik agar tidak terlalu dekat.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Biasanya ada ketidaksesuaian antara cerita yang disampaikan dengan emosi yang muncul. Misalnya menyampaikan ibunya meninggal tapi dengan tertawa.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Menunda jawaban sedikit lebih lama pada saat ditanya&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Kadang terjadi kekeliruan ucapan dalam bercerita&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Pada saat ditanya, jawaban yang diberikan sangat singkat.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Pada saat menjawab kurang menunjukkan keseriusan.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Biasanya pada saat berbohong dan sesudahnya, sekitar kira-kira 10 detik, terjadi perubahan ekspresi wajah secara spontan.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Tekanan suaranya berubah menjadi lebih berat atau tinggi.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Menghindari terjadinya kontak mata&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Melakukan gerakan-gerakan tidak biasa saat berbohong, seperti memilin-milin rambut, meremas-remas baju, dan lainnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5338264850981246893-3486063033361173002?l=taxboy-go-blog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taxboy-go-blog.blogspot.com/feeds/3486063033361173002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5338264850981246893&amp;postID=3486063033361173002' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5338264850981246893/posts/default/3486063033361173002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5338264850981246893/posts/default/3486063033361173002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taxboy-go-blog.blogspot.com/2008/05/apakah-bisa-mendeteksi-kebohongan_08.html' title='Apakah bisa mendeteksi kebohongan?'/><author><name>go-blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12820606694995239908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5338264850981246893.post-379948045483900418</id><published>2008-05-08T18:43:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T18:44:12.427-07:00</updated><title type='text'>Apakah bisa mendeteksi kebohongan?</title><content type='html'>.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah hasil penelitian yang sangat menarik, yakni bahwa mereka yang melakukan kebohongan percaya bahwa dari empat kebohongan yang dilakukannya, sekurang-kurangnya ada satu yang bisa dideteksi orang lain. Itu artinya meskipun mereka merasa cukup sukses dalam berbohong, mereka juga mengakui bahwa orang lain cukup mampu mendeteksi kebohongan yang dilakukan. Tapi meskipun diakui demikian oleh si pembohong, kenyataannya tingkat keberhasilan orang untuk mendeteksi kebohongan orang lain sangat rendah. Sangat sedikit orang yang mampu melakukannya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut banyak ahli mendeteksi kebohongan orang lain sangat mungkin dilakukan. Anda sendiri tentu bisa mendeteksi kebohongan yang telah Anda buat. Meskipun demikian kemampuan mendeteksi kebohongan diri sendiri sama sekali tidak ada kaitannya dengan kemampuan mendeteksi kebohongan orang lain. Keduanya sama sekali berbeda. Secara empiris kita mungkin pernah beberapa kali berhasil mendeteksi kebohongan orang lain. Misalnya kita tahu pada saat seorang anak berbohong atau saat penjual berbohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sejauh ini tidak terbukti terdapat perbedaan siginifikan antara mereka yang kerjanya mendeteksi kebohongan, misalnya polisi, interviewer, hakim, atau pengacara dibandingkan dengan orang biasa-biasa saja. Semuanya seperti memiliki kemampuan relatif sama. Tidak ada bedanya antara kemampuan seorang polisi dengan dokter gigi. Namun demikian ada orang-orang tertentu yang mampu mendeteksi kebohongan lebih baik dibandingkan yang lain. Tampaknya keterampilan mendeteksi kebohongan memang sebuah keterampilan khusus yang hanya dimiliki orang-orang tertentu. Sepertinya mereka diberkahi bakat untuk itu. Tapi memang mungkin untuk memperbesar kemungkinan mendeteksi kebohongan melalui belajar secara terus menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tahu bahwa kebohongan adalah tindakan verbal karena mengucapkan kata-kata. Namun demikian kebohongan juga memiliki aspek nonverbal. Biasanya aspek nonverbal inilah yang paling membantu dalam mendeteksi kebohongan. Mengapa? Karena aspek verbal, dalam hal ini kata-kata, sangat mudah dimanipulasi. Sedangkan aspek nonverbal jauh lebih sulit dimanipulasi. Mereka yang bisa menyampaikan cerita kebohongan dengan runtut, logis dan tenang sangat sulit ditebak berbohong hanya dari kata-kata yang diucapkan. Namun mereka biasanya tidak mampu memanipulasi perubahan spontan pada ekspresi wajah dan tekanan suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa pedoman yang bisa digunakan mendeteksi kebohongan. Semuanya mendasarkan pada apa yang terjadi saat seseorang berbohong. Pedoman bisa memperbesar peluang benar dalam deteksi kebohongan. Namun bukan berarti bahwa mereka yang memenuhi ciri-ciri seperti dalam pedoman pasti melakukan kebohongan. Kita harus tetap sangat berhati-hati dalam menyimpulkan seseorang berbohong atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut beberapa pedoman yang mungkin berguna dalam mendeteksi kebohongan secara lebih akurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Biasanya pembohong menjadi lebih tertarik dan lebih memperhatikan cerita yang dibohongkan. Mereka tiba-tiba lebih ingin orang memperhatikan cerita itu. Jika biasanya bercerita datar-datar saja maka tiba-tiba bisa bersemangat dan menggunakan kata penegas, seperti “ini benar!”, “aku yakin!”, “tidak salah lagi!”, dan semacamnya.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Biasanya pembohong enggan mendekat secara fisik kepada yang dibohongi, mereka cenderung menjaga kontak fisik agar tidak terlalu dekat.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Biasanya ada ketidaksesuaian antara cerita yang disampaikan dengan emosi yang muncul. Misalnya menyampaikan ibunya meninggal tapi dengan tertawa.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Menunda jawaban sedikit lebih lama pada saat ditanya&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Kadang terjadi kekeliruan ucapan dalam bercerita&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Pada saat ditanya, jawaban yang diberikan sangat singkat.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Pada saat menjawab kurang menunjukkan keseriusan.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Biasanya pada saat berbohong dan sesudahnya, sekitar kira-kira 10 detik, terjadi perubahan ekspresi wajah secara spontan.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Tekanan suaranya berubah menjadi lebih berat atau tinggi.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Menghindari terjadinya kontak mata&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Melakukan gerakan-gerakan tidak biasa saat berbohong, seperti memilin-milin rambut, meremas-remas baju, dan lainnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5338264850981246893-379948045483900418?l=taxboy-go-blog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taxboy-go-blog.blogspot.com/feeds/379948045483900418/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5338264850981246893&amp;postID=379948045483900418' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5338264850981246893/posts/default/379948045483900418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5338264850981246893/posts/default/379948045483900418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taxboy-go-blog.blogspot.com/2008/05/apakah-bisa-mendeteksi-kebohongan.html' title='Apakah bisa mendeteksi kebohongan?'/><author><name>go-blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12820606694995239908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5338264850981246893.post-5855734800142805606</id><published>2008-05-08T18:35:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T18:39:42.183-07:00</updated><title type='text'>Lelucon Terlucu di Dunia</title><content type='html'>“Basi ah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jayuz loe!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jarang respon yang tidak diharapkan tersebut diungkapkan oleh teman (atau siapapun) saat kita sedang menceritakan sebuah lelucon yang kita anggap lucu. Lalu timbul pertanyaan, apa sih lelucon yang bisa dianggap lucu oleh semua orang? Apakah setiap orang mempunyai preferensi lelucon yang berbeda-beda? Tidak hanya kita, namun Dr. Richard Wiseman, seorang psikolog dari University of Hertfordshire pun mengajukan pertanyaan yang sama. Bekerjasama dengan British Association for the Advancement of Science, ia mendirikan sebuah laboratorium online untuk mencari tahu ‘lelucon terlucu di dunia’. Selama setahun website tersebut menerima masukan dari 2 juta lebih pengunjungnya mengenai lelucon favorit mereka yang mencapai 40.000 entry, juga informasi diri tambahan untuk melihat perbedaan kewarganegaraan dan gender dalam preferensi lelucon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Desember 2001, Laugh Lab mengumumkan hasil utamanya, yaitu lelucon terlucu di dunia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    A couple of New Jersey hunters are out in the woods when one of them falls to the ground. He doesn’t seem to be breathing, his eyes are rolled back in his head. The other guy whips out his cell phone and calls the emergency services. He gasps to the operator: “My friend is dead! What can I do?” The operator, in a calm soothing voice says: “Just take it easy. I can help. First, let’s make sure he’s dead.” There is a silence, then a shot is heard. The guy’s voice comes back on the line. He says: “OK, now what?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelucon ini dikirimkan oleh Gurpal Gosall, 31, seorang psikiater dari Manchester, UK. Menurut Dr. Wiseman, lelucon ini lebih mempunyai daya tarik universal dibandingkan yang lain karena memenuhi 3 alasan: (1) membuat kita merasa lebih superior dari si subyek lelucon (si pemburu), (2) mengurangi dampak emosional dari kejadian yang seharusnya menimbulkan kecemasan (matinya si pemburu), dan (3) mengejutkan karena adanya semacam ketidaksesuaian (kesalahpahaman teman si pemburu dengan operator). Begitu pula lelucon yang menempati urutan kedua:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sherlock Holmes and Dr Watson go on a camping trip. After a good dinner and a bottle of wine, they retire for the night, and go to sleep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Some hours later, Holmes wakes up and nudges his faithful friend. “Watson, look up at the sky and tell me what you see.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “I see millions and millions of stars, Holmes” replies Watson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “And what do you deduce from that?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Watson ponders for a minute.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Well, astronomically, it tells me that there are millions of galaxies and potentially billions of planets. Astrologically, I observe that Saturn is in Leo. Horologically, I deduce that the time is approximately a quarter past three. Meteorologically, I suspect that we will have a beautiful day tomorrow. Theologically, I can see that God is all powerful, and that we are a small and insignificant part of the universe. What does it tell you, Holmes?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Holmes is silent for a moment. “Watson, you idiot!” he says. “Someone has stolen our tent!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari data diri yang diberikan para respondennya, Dr. Wiseman juga mengurutkan ‘10 negara paling lucu’, dilihat dari rating lelucon yang mereka berikan. Di peringkat pertama adalah Jerman, diikuti dengan Prancis, Denmark, Inggris, Australia, Irlandia, Belgia, Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Kanada. Lalu Dr. Wiseman melihat perbedaan preferensi lelucon antar negara-negara tersebut. Orang Irlandia, Inggris, Australia, dan Selandia baru mempunyai preferensi kuat terhadap lelucon yang menggunakan permainan kata, seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Patient: “Doctor, I’ve got a strawberry stuck up my bum.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Doctor: “I’ve got some cream for that.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara orang AS dan Kanada lebih menyukai ejekan dimana ada perasaan superioritas, entah karena subyek terlihat bodoh atau ‘dibodoh-bodohi’ orang lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Texan: “Where are you from?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Harvard grad: “I come from a place where we do not end our sentences with prepositions.”&lt;br /&gt;    Texan: “Okay – where are you from, jackass?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang Eropa daratan, seperti Prancis, Denmark, dan Belgia, memilih lelucon yang bersifat surreal,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    An Alsatian went to a telegram office, took out a blank form and wrote:&lt;br /&gt;    “Woof. Woof. Woof. Woof. Woof. Woof. Woof. Woof. Woof.”&lt;br /&gt;    The clerk examined the paper and politely told the dog: “There are only nine words here. You could send another ‘Woof’ for the same price.”&lt;br /&gt;    “But,” the dog replied, “that would make no sense at all.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…dan lelucon yang bersifat menertawakan topik-topik yang biasanya menimbulkan kecemasan, seperti contoh berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    A patient says: “Doctor, last night I made a Freudian slip, I was having dinner with my mother-in-law and wanted to say: “Could you please pass the butter.” But instead I said: “You silly cow, you have completely ruined my life.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Jerman merupakan perkecualian yang unik. Mereka tidak mempunyai kecenderungan ke arah lelucon manapun, sehingga mereka menganggap lucu berbagai macam jenis lelucon dan menempati urutan pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah lelucon yang menempati urutan teratas di sebagian negara-negara tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inggris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    A woman gets on a bus with her baby. The bus driver says: “That’s the ugliest baby that I’ve ever seen. Ugh!” The woman goes to the rear of the bus and sits down, fuming. She says to a man next to her: “The driver just insulted me!” The man says: “You go right up there and tell him off – go ahead, I’ll hold your monkey for you.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika Serikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    A man and a friend are playing golf one day at their local golf course. One of the guys is about to chip onto the green when he sees a long funeral procession on the road next to the course. He stops in mid-swing, takes off his golf cap, closes his eyes, and bows down in prayer. His friend says: “Wow, that is the most thoughtful and touching thing I have ever seen. You truly are a kind man.” The man then replies: “Yeah, well we were married 35 years.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kanada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    When NASA first started sending up astronauts, they quickly discovered that ballpoint pens would not work in zero gravity. To combat the problem, NASA scientists spent a decade and $12 billion to develop a pen that writes in zero gravity, upside down, underwater, on almost any surface including glass and at temperatures ranging from below freezing to 300 C. The Russians used a pencil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Australia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    This woman rushed to see her doctor, looking very much worried and all strung out. She rattles off: “Doctor, take a look at me. When I woke up this morning, I looked at myself in the mirror and saw my hair all wiry and frazzled up, my skin was all wrinkled and pasty, my eyes were bloodshot and bugging out, and I had this corpse-like look on my face! What’s WRONG with me, Doctor!?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    The doctor looks her over for a couple of minutes, then calmly says: “Well, I can tell you that there ain’t nothing wrong with your eyesight….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belgia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Why do ducks have webbed feet?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    To stamp out fires.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Why do elephants have flat feet?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    To stamp out burning ducks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jerman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    A general noticed one of his soldiers behaving oddly. The soldier would pick up any piece of paper he found, frown and say: “That’s not it” and put it down again. This went on for some time, until the general arranged to have the soldier psychologically tested. The psychologist concluded that the soldier was deranged, and wrote out his discharge from the army. The soldier picked it up, smiled and said: “That’s it.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Dr. Wiseman juga melihat hubungan kompleksitas lelucon dengan seberapa pandai seseorang membuat tebakan (estimates). Hasilnya menunjukkan bahwa orang-orang yang pandai dalam menebak lebih menyukai lelucon yang kompeks seperti,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    A scientist and a philosopher were being chased by a hungry lion. The scientist made some quick calculations, he said “its no good trying to outrun it, its catching up”. The philosopher kept a little ahead and replied ” I am not trying to outrun the lion, I am trying to out run you”!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan mereka yang tidak begitu pandai dalam menebak lebih menyukai lelucon yang ‘langsung’ (straightforward), seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Which day of the week do fish hate?…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Fry-Day.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang bisa dilihat dari penelitian ini adalah adanya perbedaan gender dalam preferensi lelucon. Laki-laki terlihat lebih menyukai lelucon yang agresif, menunjukkan superioritas dan agak sedikit porno, sementara perempuan lebih menanggap lucu lelucon yang lebih kompleks dalam bahasa dan menggunakan permainan kata, suatu hasil yang menurut Dr. Wiseman menunjukkan perbedaan cara kerja otak yang bersifat genetis dengan pembedaan gender oleh masyarakat yang bersifat lingkungan berpengaruh pada preferensi lelucon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa lagi hasil yang menarik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Disertakannya lelucon yang diciptakan oleh komputer milik Edinburgh University dalam voting sebagai tes AI (Artificial Intelligence), lelucon berikut rata-rata dinilai buruk (”What kind of line has sixteen balls? A pool cue!”), sementara satu lelucon lagi dinilai dengan rata-rata baik (“What kind of murderer has moral fibre? A cereal killer.”)&lt;br /&gt;    * Laughlab menghitung rata-rata kata dalam setiap lelucon yang masuk, dan menurut perhitungan, lelucon yang ideal (dianggap paling lucu) mempunyai 103 kata; lelucon terlucu di dunia (kisah dua pemburu) sendiri mempunyai 102 kata.&lt;br /&gt;    * Beberapa lelucon menggunakan binatang sebagai tokohnya. Laughlab menemukan bahwa lelucon yang menggunakan bebek dinilai lebih lucu dibandingkan lelucon yang menggunakan binatang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5338264850981246893-5855734800142805606?l=taxboy-go-blog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taxboy-go-blog.blogspot.com/feeds/5855734800142805606/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5338264850981246893&amp;postID=5855734800142805606' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5338264850981246893/posts/default/5855734800142805606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5338264850981246893/posts/default/5855734800142805606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taxboy-go-blog.blogspot.com/2008/05/lelucon-terlucu-di-dunia.html' title='Lelucon Terlucu di Dunia'/><author><name>go-blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12820606694995239908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5338264850981246893.post-535055340851192933</id><published>2008-05-08T18:14:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T18:33:55.203-07:00</updated><title type='text'>Tidak Ingin Jadi Pelupa di Masa Tua?</title><content type='html'>Diambil dari WikipediaSudah umum diketahui bahwa salah satu tanda-tanda seseorang mulai disebut memasuki masa lanjut usia adalah menurunnya kemampuan mengingat. Daftar belanjaan, alamat rumah, atau nomor telepon yang dulu bisa dihafal luar kepala kini harus dicatat dengan hati-hati – sampai anda lupa di mana anda meletakkan catatan tersebut barusan. Semakin ‘usangnya’ otak kita membuat ingatan-ingatan lama mulai sulit dibuka kembali dan ingatan-ingatan baru lebih sulit disimpan dengan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bagian otak yang tugasnya terkait dengan ingatan – prefrontal cortex untuk mengingat hal-hal yang sudah lama dan hippocampus untuk hal-hal baru yang ingin diingat – akan kehilangan kira-kira 20 persen sel-sel syarafnya seiring dengan bertambahnya usia. Dementia, atau berkurangnya fungsi-fungsi kognitif dan perilaku akibat hal-hal fisiologis, akhirnya menjadi penyakit yang populer di usia lanjut dan menjadi ‘gerbang’ bagi penyakit-penyakit degeneratif lainnya, seperti Alzheimer dan Parkinson. Memang sampai saat ini tidak banyak yang bisa kita lakukan untuk menunda penuaan secara fisik, namun beberapa efek negatifnya, seperti berkurangnya daya ingat, dapat diminimalisasi dengan menjaga kesehatan mental. Simak penelitian berikut yang menemukan hubungan kesehatan mental dan fungsi ingatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahoo! News melaporkan temuan Robert Wilson dari Rush University Medical Center, Chicago, mengenai pengaruh stres terhadap kemampuan mengingat dan penyakit Alzheimer. Ia menganalisis data 1256 orang tua yang sebelumnya diketahui tidak memiliki masalah ingatan. Dua belas tahun kemudian, 482 orang di antaranya ditemukan memiliki cacat kognitif sedang (mild cognitive impairment), yaitu gejala berkurangnya kemampuan mengingat yang lebih parah dibandingkan dengan yang diakibatkan oleh proses penuaan normal. Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata mereka yang lebih rentan menghadapi kecemasan, kekuatiran, stres, dan depresi selama hidupnya memiliki kemungkinan 40 kali lebih besar untuk memiliki cacat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian Wilson ini melengkapi penelitiannya sebelumnya yang menemukan adanya hubungan antara kerentanan mengalami stres dengan kemungkinan untuk memiliki penyakit Alzheimer. Memang tidak semua penderita cacat kognitif sedang kemudian menderita Alzheimer –‘hanya’ 10-15 persen, menurut Alzheimer Society– namun Wilson berpendapat bahwa orang-orang yang memiliki kerentanan lebih terhadap stres ini telah memperlihatkan perubahan otak yang terkait dengan gejala-gejala awal Alzheimer. Ia menambahkan, penelitian terakhir menunjukkan bahwa stres yang sifatnya kronis dapat merusak bagian otak yang bertugas untuk berespon terhadap stres. Bagian otak ini ternyata juga memiliki tugas yang terkait dengan ingatan, sehingga kerusakan akibat stres terus-menerus tersebut kemudian juga berpengaruh pada ingatan seseorang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5338264850981246893-535055340851192933?l=taxboy-go-blog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taxboy-go-blog.blogspot.com/feeds/535055340851192933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5338264850981246893&amp;postID=535055340851192933' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5338264850981246893/posts/default/535055340851192933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5338264850981246893/posts/default/535055340851192933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taxboy-go-blog.blogspot.com/2008/05/tidak-ingin-jadi-pelupa-di-masa-tua.html' title='Tidak Ingin Jadi Pelupa di Masa Tua?'/><author><name>go-blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12820606694995239908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5338264850981246893.post-8863469064288049650</id><published>2008-05-08T18:11:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T18:13:39.447-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi populer'/><title type='text'>Membaca Pikiran Orang Lain Dalam Kehidupan Sehari-hari</title><content type='html'>Banyak anggapan bahwa membaca pikiran adalah pekerjaan seorang psikolog, paranormal atau bahkan dukun. Namun, percaya atau tidak, dalam kehidupan sehari-hari, anda semua adalah seorang pembaca pikiran. Sebab, tanpa kemampuan untuk mengetahui pikiran serta perasaan orang lain, kita semua tak akan mampu menghadapi situasi sosial semudah apapun. Dengan membaca pikiran, kita dapat membuat perkiraan tentang tingkah laku seseorang lalu membuat kita dapat menentukan keputusan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita melakukan pembacaan ini dengan buruk, dampaknya bisa serius: konflik bisa saja terjadi akibat kesalahpahaman. Contoh yang nyata kesulitan mengenali pikiran dan perasaan orang lain—mindblindness, dapat dilihat pada penyandang autisme, dimana ketidakmampuan tersebut menjadi suatu kondisi yang mengganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan membaca pikiran ini, yang oleh William Ickes—profesor psikologi di University of Texas, disebut sebagai emphatic accuracy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darimana asalnya?&lt;br /&gt;Kemampuan (terbatas) kita untuk membaca pikiran menurut Ross Buck–profesor Communication Sciences di University of Connecticut, memiliki sejarah yang amat panjang. Dikatakannya bahwa, melalui jutaan tahun evolusi, sistem komunikasi manusia berkembang menjadi lebih rumit saat kehidupan juga menjadi lebih kompleks. Membaca pikiran lantas menjadi alat untuk menciptakan dan menjaga keteraturan sosial; seperti membantu mengetahui kapan harus menyetujui sebuah komitmen dengan pasangan atau melerai perselisihan dengan tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan ini sendiri muncul sejak manusia dilahirkan. Bayi yang baru lahir lebih menyukai wajah seseorang dibandingkan stimulus lainnya, dan bayi berusia beberapa minggu sudah mampu menirukan ekspresi wajah. Dalam 2 bulan, bayi sudah dapat memahami dan berespon terhadap keadaan emosional dari pengasuhnya. Nancy Eisenberg, profesor psikologi di Arizona State University dan ahli dalam perkembangan emosional, menuturkan bahwa bayi berusia 1 tahun mampu mengamati ekspresi orang dewasa dan menggunakannya untuk menentukan tingkah laku berikutnya. Lanjutnya, bayi usia 2 tahun mampu menyimpulkan keinginan orang lain dari tatapan matanya, dan di usia 3 tahun, bayi dapat mengenali ekspresi wajah gembira, sedih atau marah. Saat menginjak usia 5 tahun, bayi sudah memiliki kemampuan dasar untuk membaca pikiran orang lain; mereka telah memiliki “teori pikiran.” Bayi tersebut mampu memahami bahwa orang lain memiliki pemikiran, perasaan dan kepercayaan yang berbeda dengan yang mereka miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak tadi mengembangkan kemampuan membaca pikiran dengan mengamati pembicaraan orang dewasa, dimana mereka membedakan kompleksitas aturan dan interaksi sosial. Selain itu, kegiatan bermain dengan teman sebaya juga dapat melatih anak untuk membaca pikiran anak lainnya. Namun, tak semua anak bisa mengembangkan kemampuan ini. Anak-anak yang mengalami penelantaran dan kekerasan cenderung mengalami hambatan dalam mengembangkan kemampuan membaca pikiran ini. Sebagai contoh, anak yang dibesarkan dalam keluarga yang penuh dengan kekerasan, mungkin akan jauh lebih peka terhadap ekspresi marah, walaupun sesungguhnya emosi marah tidak muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjut lagi, kemampuan membaca pikiran yang lebih maju biasa muncul pada masa remaja akhir. Hal ini terjadi karena kemampuan untuk menyimpan perspektif dari beberapa orang di saat yang sama—dan lalu mengintegrasikannya dengan pengetahuan kita dan orang yang bersangkutan itu—seringkali membutuhkan kemampuan otak yang sudah jauh berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Membaca Pikiran?&lt;br /&gt;Membaca bahasa tubuh adalah komponen inti dari membaca pikiran. Lewat bahasa tubuh, kita bisa mengetahui emosi dasar seseorang. Peneliti menemukan bahwa ketika seseorang mengamati gerak tubuh orang lain, mereka dapat mengenali emosi sedih, marah, gembira, takut dll, bahkan ketika pengamatan hanya dilakukan dengan pencahayaan yang minim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekspresi wajah juga merupakan penanda bagi kita untuk dapat mengetahui apa yang dipikirkan orang lain. Namun sayangnya, banyak dari kita yang tidak mampu untuk mendeteksi ekpresi ini. Salah satu sumber yang kaya akan penanda ini adalah mata seseorang; otot-otot di sekitar mata. Mata seseorang adalah sumber penanda yang paling kaya jika dibandingkan bagian lain yang ada di wajah. Contohnya: mata yang turun ketika sedih, terbuka lebar ketika takut, terlihat tidak fokus kala sedang berkhayal, menatap tajam penuh kecemburuan, atau menatap sekitarnya ketika tidak sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat semakin tahu pikiran orang lain dari komponen-komponen dalam percakapan—kata-kata, gerak tubuh, dan nada suara. Namun diantara ketiganya, Ickes menemukan bahwa isi pembicaraan menjadi komponen terpenting dalam membaca pikiran dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi Pembaca Pikiran Ulung&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana kita bisa menjadi seorang pembaca pikiran yang lebih baik? Tim dari Psychology Today telah merumuskan beberapa hal yang bisa membantu kita membaca pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenalilah orang lain. “Kemampuan membaca pikiran akan meningkat, semakin kita mengenal lawan bicara kita,” kata William Ickes. Jika kita berinteraksi dengan seseorang selama kurang lebih sebulan, kita akan lebih mudah untuk mengenali apa yang ia pikirkan dan rasakan. Hal tersebut dapat terjadi karena: kita mampu mengartikan kata-kata dan tidakan orang lain dengan lebih tepat, setelah mengamatinya dalam berbagai situasi; kedua, kita mengetahui apa yang terjadi dalam hidup mereka, dan mampu menggunakan pengetahuan itu untuk memahami mereka dalam konteks yang lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minta umpan balik. Penelitian menunjukkan bahwa kita dapat meningkatkan kemampuan membaca dengan cara menanyakan kebenaran dari tebakan kita. Misalnya, “Saya mendengar, sepertinya Engkau sedang marah. Benar tidak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan bagian atas dari wajah. Emosi yang palsu, biasanya diungkapkan pada bagian bawah wajah seseorang. Sedangkan, menurut Calin Prodan—profesor neurologi di University of Oklahoma Health Sciences Center, emosi utama bisa dilihat dari sebagian ke atas wajah, biasanya di sekitar mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih ekspresif. Ekspresivitas emosi cenderung timbal balik. Ross Buck, “semakin kita ekspresif, semakin banyak pula kita akan mendapat informasi mengenai kondisi emosional dari orang lain di sekitar kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santai. Menurut Lavinia Plonka, pengarang Walking Your Talk, seseorang cenderung “menyamakan diri” dengan lawan bicaranya melalui postur tubuh dan pola napas. Jika anda merasa tegang, teman bicara anda bisa saja, secara tak sadar, menjadi tegang pula lalu terhambat, dan akhirnya menjadi sulit untuk dibaca. Ambillah napas panjang, senyumlah, dan coba untuk menampilkan keterbukaan dan penerimaan kepada siapapun yang bersama anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinjauan Kritis&lt;br /&gt;Perlu kita ingat, bahwa ekspresi emosi bisa berbeda di berbagai budaya. Ekspresi sedih di satu budaya, bisa jadi diinterpretasikan sebagai emosi lain di budaya lain. Jadi jika ingin membaca seseorang, kita perlu memperhatikan pula unsur budaya yang berlaku di tempat tinggal orang itu, jangan sampai salah menebak, atau bahkan memicu terjadinya kesalahpahaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga tak bisa mengesampingkan fenomena membaca pikiran ini sebagai sebuah fenomena yang biasa diasosisasikan dengan kemampuan supranatural, sebab percaya tidak percaya, memang ada orang-orang yang memiliki kemampuan untuk membaca pikiran yang sulit dijelaskan ilmu pengetahuan. Setidaknya penulis telah menemukan beberapa orang dengan kemampuan membaca pikiran, yang bahkan mampu melihat masa depan dan berbagai macam hal yang sulit diterima nalar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5338264850981246893-8863469064288049650?l=taxboy-go-blog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taxboy-go-blog.blogspot.com/feeds/8863469064288049650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5338264850981246893&amp;postID=8863469064288049650' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5338264850981246893/posts/default/8863469064288049650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5338264850981246893/posts/default/8863469064288049650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taxboy-go-blog.blogspot.com/2008/05/membaca-pikiran-orang-lain-dalam.html' title='Membaca Pikiran Orang Lain Dalam Kehidupan Sehari-hari'/><author><name>go-blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12820606694995239908</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
